Beth's posts with tag: food
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Brüsseler Platz 2 50672 Köln |
Nama restoran ini cukup Bali saja, jangan salah dengan Warung Bali yang sama-sama berada di Köln. Kami pilih resto ini instead of Warung Bali untuk perayaan lebaran karena pas lihat menu di websitenya Warung Bali, banyak banget menu b.a.b.i nya hehe...Tapi of course, namanya juga kulinari Bali, kita maklum. Cuman rasanya nggak pas aja kalau buat lebaran. Sedangkan berhubung Bali nggak punya website, sebenernya kita juga expect bakalan banyak menu b.a.b.i di Bali. Jadi sebenarnya sama saja hehe... Restoran ini terletak di pojokanBrüsseler Platz, dimana susah banget dapat parkir di area itu. Tapi nggak masalah, bisa parkir di main street dan jalan sedikit. Begitu masuk resto ini, suasana temaram langsung menyergap. Konsep penerangan yang begitu irit, mengingatkan kala makan nasi kucing di pinggiran jalan di Jogja, hanya bermodal lampu ublik (ublik bahasa Indonesianya apa ya?). Secara estetika, indah dan romatis juga sih suasana resto nya. Tapi buat saya, makan di cahaya lilin dan lampu ublik itu nggak nyaman. Gimana kalau nanti ada nyolong ayam saya? Kan gelap, nggak ketahuan. Dan soal menu ternyata saya salah. Nggak banyak menu babi di sini. Dan pilihan menunya pun tidak sebanyak di Warung Bali dan tidak benar-benar makanan Bali. Kalau boleh saya bilang sih, menu makanan di sini adalah menu makanan Indonesia pada umumnya; nasi goreng, mi goreng, soto, sup daging, karedok, urap. Tapi tidak se-spesifik dan sebanyak di Haus Java tentunya, dimana kita bisa mendapati kering tempe dan rendang. Saya tadinya pesan urap untuk appetizer dan ayam bakar untuk main course-nya. Tapi rupanya dua-duanya lagi nggak available. Akhirnya saya pesan karedok dan Ayam bumi hangus. Terus terang ini pertama kalinya makan karedok dan ternyata saya nggak suka. Rasanya ‘anyep’. Sedangkan ayam bumi hangus adalah ayam goreng tepung yang lalu dikecapin sedemikian rupa sehingga masih terasa krispinya. Porsinya setengah ayam besar untuk satu orang, buset deh. Enak sih, tapi kalau makan manis banyak gitu jadinya eneg juga. Yang paling juara adalah menu yang dipesan Daniel. Dia pesan kambing guling. Kambing guling ini berupa sup santan yang isinya irisan daging kambing, paprika, daun bawang dan kacang polong. Waduh sumpah rasanya enak banget! Gulai kambing paling enak sedunia nomor dua yang pernah saya makan. Nomor satunya belum ketemu. Harga menu-menu di sini standard harga menu makanan di restoran, appetizer dan dessert around 3-7 euro sedangkan main course around 10 -20 euro. Pelayanan di resto ini juga ramah dan menyenangkan. Tamunya juga lumayan banyak yang berdatangan. Kita bilang ke mbak pelayannya kalau kambing gulingnya super. Dan willing to come back untuk makan kambing guling again and again! 
 Buat yang suka ikan dan tinggal di Jerman (nggak tau apakah produk ini juga dijual di luar Jerman), ada ikan kalengan enak nih. Favoritku yang Grüner Curry sauce. Rasanya 'Jawa' banget! Kuahnya lengkap dengan irisan cabe dan daun jeruk. Produk ini dijual di Norma saat Asia Week tapi kalau gak salah di Lidl dan Hit juga ada (saat-saat tertentu). Yang rasa tom yum enak juga tapi nggak sedasyat yang grüner sauce.
Selain Ikannya, saya juga suka beli beras jasmine dengan merek yang sama. Kemasanya per-1 kiloan sih, tapi harganya lebih murah dari pada di Asian Shop, sekitar 1.60 €/ kilo, sedangkan kalau di asian Shop 14 €/ 5 kilo. Rasanya sih sama enaknya. Semoga berguna ya infonya :) 
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Köln Germany |
Di ulang tahun saya kemarin, hubby nraktir dinner di Indonesia Resto Jaus Java. Kali ini di Köln, nggak jauh-jauh amat dari rumah. Tapi ya memang baru kali ini makan di Haus Java. Secara seminggu sebelumnya makan di Indonesia Resto Garuda di Brussels yang hampir nggak dapat tempat duduk, kali ini kita mengantisipasi dengan reservasi beberapa hari sebelumnya. Kita tiba di tempat tepat waktu dan ternyata resto yang lumayan gede itu lumayan sepi juga. Hanya ada dua meja yang terisi selain kita. Di resto kali ini berbeda dengan Garuda Brussels, lumayan banyak atribut Indonesianya; batik, angklung, lukisan Kartika Affandi, wayang bahkan sebuah becakpun nongkrong di pojokan. Jadi ingat kalau lagi makan di Warung Sunda Tebet. Kali ini saya pesan menu paket yang isinya macam-macam. Lagian saya kan lagi having birthday, boleh dong mintanya macam-macam hehe...Daniel pesan nasi rendang saja. Sengaja buat mengantisipasi bila saya nggak habis, maka tenaga dia bisa diperbantukan. Tapi ternyata porsi rendangnya di luar dugaan alias banyak banget. Daniel pun klepek-klepek makannya. Dia bilang sih enak tapi kurang pedas padahal di menu tertulis 'pedas'. Buat saya sendiri rendangnya nggak gitu mantap rasanya. Enakan di warung padang sebelah kontrakan dulu. Untuk menu paket yang saya pesan, sebelum makanan, pelayanya datang membawa lima wadah pemanas makanan yang didalamnya ada lilinnya. Lalu makanan sayapun datang dalam wadah keramik kecil-kecil ditaruh di atas pemanas tadi. Satu pemanas muat tiga wadah. Jadi ingat dolanan 'pasaran' jaman kecil dulu. Habis porsinya memang dikit-dikit tapi macamnya banyak dan hangat pula. Saya pesan menu 506 di menucard; Reistafel Haus Java. Satenya tidak menerbitkan selera jadi tidak saya oper ke piringnya Daniel. Rendangnya sama dengan rendangnya Daniel. Srundengnya banyak banget taburan gulanya. Agak bingung juga setahu saya srundeng nggak pake gula, tapi mungkin yang biasa mama saya bikin itu bukan srundeng versi original hehe...Tapi tetep enakan yang nggak pake gula.Daging semurnya luar biasa manis, bukan selera saya juga. Yang paling ajaib adalah tahu kare. Judulnya sih tahu kare tapi banyakan kubisnya dari pada tahunya. Tahunya benar-benar hanya satu biji ukuran kubus 1cm3. Sambal terasinya juga nggak gitu mantap, sepertinya sih sambal instant. Menu yang lainnya nggak ada keluhan, yang paling enak sih ayam rujaknya. Dan meskipun porsinya kelihatan dikit-dikit tapi ternyata sempat hampir nggak kuat juga makannya, meskipun dibantuin Daniel. Perut penuh! Mungkin karena sebelumnya makan di Garuda merasa enak banget, makan di sini jadi agak kecewa. Coba kalau tadinya belum ke Garuda pasti enak aja nih semua makanan hehe...Sepasang bule di sebelah sih pesan menu paket sama dengan punya saya. Pas ditanya enak apa enggak sama pelayannya, berdua jawabnya enak banget :D Nggak ada foto lagi karena emang nggak bawa kamera :D Tapi ada foto-foto makanan di sini http://www.haus-java.de/
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Place St. Catharine 4 Brussels |
Restoran ini sengaja diagendakan waktu kita berkunjung ke Brussels. Entah kenapa selama tinggal di Jerman belum kepikiran buat nyari Indonesian resto. Pas main ke luar justru cari-cari. Lokasi resto ini asyik banget, agak jauh dari city centre jadinya tidak terlalu hiruk pikuk dan tidak sepi-sepi amat juga karena di sepanjang jalan dan area St. Catherine memang pusatnya rmakan-makan. Begitu pop up dari stasiun metro di St. Catherine, kita menjumpai berbagai resto dari berbagai citarasa dunia. Tapi kebanyakan memang Italian resto. Selama ini kalau mau makan di restoran kita selalu booking dulu, takut nggak kebagian tempat. Tapi kali ini kita tidak booking. Terus terang kita nggak yakin kalau bakalan nggak kebagian tempat. Ternyata salah. Kita waktu itu hanya sedang beruntung saja karena pas hanya 2 kursi yang kosong (untung di veranda pula). Yang lain sudah penuh dan reserved. Wah bangga juga saya melihat bule-bule makan di Indonesian resto. Saya pesan menu yang sudah bikin ngiler dari sejak melihat menu cardnya di internet, yaitu pepes ikan layur. Buset, rasanya sejak pindah dari Pacitan 16 tahun yang lalu saya belum pernah makan ikan layur lagi. Buat sayurnya saya pesan tumis buncis. Daniel pesan sambal goreng cumi-cumi. Waktu itu lumayan agak lama nunggu pesanan karena satu waitress tidak masuk kerja jadi si bapak dari Vietnam kerja pontang-panting sendiri melayani tamu. Sempat ngintip ngintip di dapurnya, kokinya sih lumayan banyak. Sebelum makanan datang, tiga mangkuk kecil berisi sambal hijau, sambal merah dan sambal kecap datang. Ini condiment wajib yang dihidangkan apapun pesanannya. Berhubung pesanannya lama datang, saya coba aja cemil-cemil sambal, ternyata rasanya mantap banget, bener-bener seperti sambal bikinan rumah. Sambal kecapnyapun ada rasa petisnya...miam...miam... Setelah itu pesanan kita datang disertai permintaan maaf karena lama menunggu. Kali ini bukan si bapak Vietnam yang melayani, tapi cowok Indonesia asli, Budi namanya (eerrr...semoga tak salah. Agak lupa saya). Masih muda, rajin dan karir cemerlang (kita sempet ngegossip segala soalnya hehe...). Pepes layur rasanya tidak seperti yang saya harapkan. Dan ternyata kata si Budi itu sebenarnya bukan ikan layur. Customer kecewa deh. Kata Budi tadinya memang ikan layur tapi banyak yang complain karena ikan layur banyka durinya jadi jenis ikannya diganti. Yaah...Tapi termaafkan kok Bud, karena sambelnya enak, nasinya harum, tumis buncis plus jagungnya juga sedap. Sambel goreng cumi-cuminya pun dasyat! Kesimpulannya kalau kita main ke Brussels lagi pasti mampir lagi deh :) Maap gak sempet motret, keasyikan makan :D Websitenya aja ya: http://www.garudabrussels.be/
So after several months had a healthy evening snack, this week I started to have a joy with sliced banana, put in a bowl and heap it up with 2 or 3 scopes vanilla ice cream. Awesome Beth!
Description: Kapan itu pas ke ADAC nglewatin Asian Shop yang selama ini belum pernah dimasukin. Jajal aaah...Ternyata nemu kangkung di situ. Selama di DE baru kali ini nemu kangkung hehe...Kebetulan di rumah ada simpenan ikan asin garing. Lengkap deh makan enak hehe... Ingredients:-kangkung -ikan asin Directions:udah pada tau kan ya... 
 I think I really live in healthy life nowadays. My evening snack is plain boiled broccoli. Yes, surprise...surprise...Just like what happened between me and Amy Winehouse, I started from hate her and now I really love her...and that's happening between me and broccoli... (Sorry dear Amy, didn't mean to compare you with broccoli of course :) ) Nope, I'm not dieting...I just started to adore the great taste of that green stuff and and the feeling inside when I chew it in my mouth and swallow it. Whatta good feeling... Yum... Ps. When you eating it, ignore disgusted stare from anyone! repeat: anyone!
|  | So its Christmas season. Everywhere are red and green and perhaps gold. Christmas market all around the places and of course chocolate really rule which I hardly can pass it.
So I bought some Santa's, took their last action on camera before I bite their necks. Yes they are lil choco santa's.
Yum! |
An ad that celebrates Ramadan in a creative way Import.flv (1.2 MB)
http://www.FunnyWebCommercials.comChicken on a motorbike doing extreme tricks. Lyrics: Big hucking chicken you go big and you are SPICY! Big hucking chicken! Step up to the new extremes! Spicy tendercrisp three hits a heat can't be beat: Burger King! --- Hugest collection of video commercials: http://www.FunnyWebCommercials.com--- --- Import.flv (1.5 MB)
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Jl. Prawirotaman I/15A Yogyakarta |
After had dinner in Via-Via Cafe, Claire, Dede and I moved to Ministry Cafe to watch movie and get some coffee. I was really full in fact so I didn't think I'll order something to eat there. But stared at the menu book, something had tempt me. A brown shape with garnish on the top. Its looked dazzling. Austrian cake; truffle torte. So I ordered one and told Claire and Dede to help me finish it later.
When the cake arrived, its a sophisticated experience for my tongue ever! So damn yummi! Its the number two best truffle torte I got after the one In Cologne! And I said thanks God cos Dede choose to avoid it because of her diet programme. And Claire? After tasted mine, she choose to order one for herself. Yum yum!
Ministry coffee itself is not only serves coffee and cake. You can also order heavy meal there. The range price for beverage is 10k-20k, for food is 20k-50k and for cake is 10k-30k. Not expensive but satisfying taste! The place also quite comfy. In second floor you can watch movie in mini cineplex every weekend or read books in mini library everyday. Even mini but the books are quite complete. They also have books for kids.
www.ministryofcoffee.com
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Jl.Prawirotaman Yogyakarta |
Via Via Cafe , a Livingstone traveler`s bar & guest house. But I think in Yogyakarta it minus guest house. And beside in Jogja-Indonesia, you can also find it in Zanzibar, Kathmandu, Dakar,Leuven, etc.
The food here 70% international food. Indonesian food available with 3 menus everyday and always different from Sunday to Monday. In Via Via Cafe you can share the joy and experiences with other travelers cos it’s a kinda meeting point for travelers and also a platform for national and international artists (in Yogyakarta mostly photography and painting),
The price are cheap (food range price is 20k-30k) with guaranteed taste. Yummi! Great place to enjoy the food and meet new friends.

| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Chinese | | Location: | Dusseldorf, Koln, Munchen |
Di sini bukan rasa atau suasana restorannya yang bikin aku tertarik. Oke, untuk rasa makanan memang ada yang yummi, ada yang agak-agak mengagetkan, tergantung pinter-pinternya kita milih saus. Nanti akan dijelaskan lebih jauh tentang 'saus' ini. Suasananya juga cukup comfy meskipun tidak istimewa sekali. Di Jakarta kita bisa menemui restoran yang lebih heboh interiornya dari pada Mongos...namun konsep restorannya ini yang menarik. Mungkin ada juga restauran berkonsep seperti Mongos di Jakarta (Indonesia) but selama ini saya belum pernah menemuinya. Pertama, restoran ini berkonsep Mongolian. Di brosurnya disebutkan bahwa Raja Mongol pada waktu itu ingin mencicipi masakan yang berbeda-beda sehingga ia menyuruh pelayannya menyiapkan segala jenis daging, seafood dan sayuran untuk dimasak dengan bermacam-macam bumbu yang di Mongos disebut sebagai marinade (saus) Kedua, cara makan di Mongos adalah buffet namun jangan cemas, pengeluaran kita bisa diatur karena mereka punya tiga pilihan untuk buffet yaitu 1x visit, 2x visit, dan unlimited visit. Masing-masing pasti memiliki harga yang berbeda. Waktu itu Daniel menganjurkan aku untuk mengambil pilihan unlimited visit, karena bila kunjungan pertama atau kedua ke buffet tak memuaskan, aku bisa mencoba lagi di kunjungan-kunjungan berikutnya. Ketiga, cermati cara makan berikut hehehe... Setelah duduk, pramusaji menyajikan minuman yang kita pesan (harga diluar paket buffet) dan 'soup of the day' yaitu onion and paprika soup. For gosh shake, the taste was awesome! Thats the best soup I ever eat! Setelah soup kita habis, pramusaji datang lagi sambil membawa baki kayu dengan mangkuk putih diatasnya. Dia menanyakan saus apa yang akan dipilih untuk pertama kali. Ada 10 pilihan saus di buku menu, beberapa yang saya ingat adalah Indian sausage, hot n spicy Thai sausage, dan satay sausage. Setelah kita memilih saus, pramusaji akan menuliskannya di baki kayu kita kode untuk saus n kode meja kita. Setelah itu kita membawa mangkuk dengan baki kayunya ke food market. Yang disebut food market adalah buffet dimana tersaji segala jenis sayuran segar mulai dari kecambah, jagung manis yang sudah dipritil, irisan bawang putih, kacang tanah, kacang mete sampai daun-daunan seperti kubis, rebung, daun selada, dll. Di barisan daging ada daging rusa, ayam, babi, sapi, bahkan kanguru dan lain-lain. Di seafood kita bisa menjumpai udang kecil, udang besar, cumi dan berbagai macam ikan yang sudah dipotong-potong. Sangat dianjurkan untuk mengambil porsi yang sediki-sedikit saja karena nanti bakalan ada kunjungan berikutnya. Namun karena kelaparan, saat itu dengan pilihan Thai sausage, aku mengambil kacang mete banyak, irisan bawang, jagung manis, seaweed, udang dan daging sapi dengan porsi yang agak banyak. Setelah 'belanja' sayur dan dan lauknya itu, kita bisa manaruh mangkuk berikut baki berkode tadi di meja koki. Di situ ada 3 orang koki yang siap meramu belanjaan kita tadi dengan saus yang kita pilih dan bumbu-bumbu tambahan dari mereka dan kita boleh duduk kembali. Bila antrian di koki tidak panjang, pramusaji akan membawa makanan kita yang sudah dimasak tadi dalam waktu sekejab dan volia! kita boleh makan. Begitulah cara makan di Mongos, sekarang baru ngeh kenapa diajurkan untuk tidak mengambil porsi banyak-banyak, karena dengan demikian kita bisa bolak-balik ke food market dengan mencoba macam-macam kombinasi dan saus. Jujur saja, pilihan pertamaku rasanya gak karuan...Tapi ya wajarlah, udang, campur daging sapi plus jagung manis dioseng bareng hehehe...Pilihan kedua dan seterusnya getting better and better. Aku hanya mampu berkunjung ke food market sampai empat kali...kuenyang bo! Tak lupa mereka juga menyediakan nasi pulen yang jarang didapat di belahan negara Jerman. Bila ada temen-temen yang tahu restoran model beginian di Jakarta kasih tahu aku dong...Thx a lot! and this is Mongos website, but in Deutsch lang :( http://www.mongos.de/
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Seafood | | Location: | Jl. Pangeran Antasari |
Spesialis seafood. Ikannya bisa pilih sendiri. Namun dianjurkan bila anda amat sangat lapar, sebaiknya tidak memilih resto ini tanpa telpun lebih dahulu.
Terletak di jalan Pangeran Antasari dengan bangunan serba terbuka dan serba blinky. Sangat gampang ditemukan diantara bangunan-bangunan yang yang biasa-biasa saja saja di sepanjang jalan itu.
Datang ke resto ini tak terencanakan. Asal nemu dan begitu kita datang buru-buru milih ikan dan duduk manyun menunggu karena sumpah...lapar setengah mati. Namun rupanya malam itu kita salah pilih menu. Kita tidak memperhatikan notification bahwa untuk ikan bakar sebaiknya order by phone sebelum datang, karena untuk memasaknya diperlukan waktu 45 minutes/ each fish to cook! Blah!
So dengan wajah muram, aku, Ewi, Mauro, dan Erry mencuri-curi pandang ke mbak pramusaji. Tapi mbak nya hanya senyum-senyum saja. Sampai ketika baronang pesanan kita muncul, tanpa menunggu pesanan kedua kita, yaitu ikan kaka tua, kita langsung saja makan dengan lahap beralaskan daun pisang tanpa piring. Ada tiga macam sambal tersaji sebagai teman makan; sambal dabu-dabu, sambal asem mangga, dan sambal tomat normal. Dan semua sambal itu enak!!
Ikan bakarnya juga bloody enak. Ikan baronang dan kaka tua sama-sama yummi, bumbunya taste good. Rasa lapar yang tadinya tak terhingga terbayar sudah.
Semua ikan di Mahimahi ini konon didatangkan langsung dari Bali dan Makasar. Semboyan mereka adalah; ikan tersegar di Jakarta dengan saus yang memuaskan dan harga terjangkau. Thats very true.
Untuk dua ikan ukuran sedang, cukup sekali untuk makan berempat plus nasi satu wakul plus minuman 5 gelas (teh panas, lemon tea, lemon squash, agua) hanya menghabiskan Rp. 117.000 plus tax. Dan rasanya itu lo...enak sekali!! 
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Plaza Semanggi 4th floor |
Siang itu merupakan late lunch dengan Mauro. Begitu mata memandang, Celcius Cafe terlihat menantang dan kebetulan aku belum pernah makan di sana, jadi bolehlah dicoba-coba. Apalagi ada Santa Claus yang lagi take a break di situ, siapa tahu aku kejatuhan xmas gift :p
Me and Mauro sempat rebutan untuk pesan pad thai, tapi kita selalu kompak untuk pesan menu yang berbeda supaya bisa saling icip. Akhirnya aku deh yang ngalah pesan fried rice special celcius.
Pad thainya enak, tampilannya juga oke...pad thai dibungkus telur dadar, jadi pas mau makan pertama kali serasa mau buka kado hehe...Udangnya juga seger. Cuman untuk porsi cowok,mungkin agak kurang banyak. Jadi untuk harga Rp. 32.000 sedikit agak tinggi untuk menu sedikit itu.
Fried ricenya (Rp. 35.000)...sebenarnya rasanya enak, tapi tampilannya terlalu berminyak dan telurnya yang setengah matang agak yucki buat aku (tapi mungkin bisa minta yg well done sebelumnya). Porsi nasi goreng ini pas untuk cewek dan cowok dan ayam pipihnya eewww...yummi!
Celsius tempatnya lumayan enak, tempat favoritku adalah di bawah pohon palsu, smoking area :)) 
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Galeria Mall, Yogyakarta |
Tempatnya mungil dan di pojokan lantai bawah deket supermarket jadinya kalau mallnya lagi rame, sudah bisa dipastikan suasananya bakalan riuh dan agak gak nyaman buat makan.Namun semua itu termaafkan karena makanan yang disajikan mayan nikmat.
Hot plate meehoon (Rp. 12.000))dengan ayam cincang plus paprika tiga warna; hijau, merah dan kuning di atasnya membuat tampilannya menggoda untuk dimakan...dan begitu dimakan emang rasanya enyak! Bubur kakap (Rp. 8500) adalah semacam bubur ayam namun ayamnya diganti kakap cincang. Tampilannya biasa saja cenderung hambar namun rasanya mantapz! Yang aneh adalah jus tomatnya (Rp. 8000) entah tomat jenis apa yang dipakai, yang jelas warnanya putih tih, seputih susu...apa mbaknya salah ngasih ya? Namun rasanya sih tomat banget... 
|  | Met seniors friends from college in Cartel Cafe (again) and had some narcist photo shoots hehehe... |
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Crowne Plaza Hotel - Jl. Gatot Subroto |
Beranda Cafe lagi ngadain promosi Ramadhan, buffet Rp. 149.000/ 2 person dari waktu buka puasa sampai jam 11 malam. setahuku Beranda Cafe ini sehari-harinya buka 24 jam tapi harga normalnya berapa, saya tidak tahu...dan denger-denger menu di sini memang enak…jadilah aku dan seorang temen nyoba-nyoba mampir kesana Minggu kemarin.
Menunya gak jauh beda dengan menu-menu hotel kebanyakan…Tapi beda dengan di Nusa Dua Hotel yang menunya gak selengkap di Crowne. Juga beda dengan menu brunch di Gran Melia yang nggak ada menu asianya (paling hanya dumpling saja). Jadi di Crowne ini lebih lengkap lah…mulai steak, nasi goreng sampe sushi juga ada.
Salad adalah menu pertama kita. Ada salad Jawa (rujak gobet dan asinan) juga salad bule (buah, sayur dan segala vla). Abis itu mulai deh ke main course. Hmm...rada binun juga soalnya banyak pilihan. Akhirnya hampir semua dipilih tapi cuman seucrit-ucrit. Jadinya cuman kayak icip-icip aja tapi semua hehe… Udang goreng tepungnya enak, sayurannya masih semi mentah jadinya seger…Otak-otaknya aduhai, brie cheesenya alamaaaak…dan the best one is nasi gorengnya! Sumpah enak! Sayangnya waktu itu dah kenyang banget…gak muat mo nambah lagi. Belum lagi makan aneka kue dan buahnya. Doh! Cheese cake nya bloody yummiiii!!
Minuman gak termasuk di harga paket dan seperti kata Bayu harga-harga di hotel emang suka aneh. Me pesen 2 poci the hangat dan dua gelas es teh manis (menu warung banget ya :p) dan total jendral berdua abisnya rp. 280.000 dah termasuk pajak. Kalo dipikir-pikir ya sama aja rp. 149.000 buat satu orang yah hehehe… Tapi untungnya makannya enak, gak separah Nusa Dua Beach n Spa Hotel. Phew!

| |